Loading...

Komisi II DPRD Kota Ambon Temui Kebocoran Lantai Lab Komputer SMPN 2

La Siteny
Ambon - Berita Maluku. Dua hal yang menjadi fokus kunjungan komisi II DPRD kota Ambon ke SMPN2 adalah, memantau kesiapan sekolah yang berlokasi di jalan Dr Apituley itu dalam menyonsong perhelatan ujian nasional dan tes kenaikan kelas. Selain itu, 12 legislator kota Ambon itu juga berkesempatan meninjau sarana dan prasarana yang ada di salah satu sekolah favorit di kota Ambon itu.

Salah Satu Persoalan yang di temui dalam tinjauannya itu, adalah kondisi lantai dasar labolatorium Komputer sekolah tersebut mengalami kerusakan alias bocor. Pihak sekolah sendiri mengakui sangat berkeinginan untuk membenahi kondisi lantai tersebut, namun karena belum ada kucuran dana dari Pemda maka persoalan tersebut masih tertangguhkan.

Menyikapi hal tersebut, menurut kepala sekolah SMPN 2 Ambon Drs HJ La Siteny M.Pd yang ditemui di sekolahnya, pada Rabu (18/2/2015) mengungkapkan bahwa komisi II DPRD telah berjanji untuk meneruskan persoalan ini ke Pemerintah kota Ambon untuk ditindaklanjuti secepatnya.

Menurut La Sitenny, saat melaporkan kesiapan sekolahnya dalam menghadapi agenda ujian nasionak maupun kenaikan kelas, dilakukan secara labih matang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, baik kegiatan intrakurikuler maupun ekstra kurikuler.

”Kegiatan ekstra kurikuler khusus untuk kelas IX kita lakukan les tambahan,“ ungkapnya.

Sedangkan untuk pemantapan, telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2014 lalu.

Kegiatan pemantapan ini direncanakan akan berlansung sampai bulan April 2015 yakni selama 5 bulan. “Untuk pemantapan ini, kita laksanakan dari jam 06.00 hingga 08.00 WIT, yang setara dengan 4 jam mata pelajaran,“ kata La Sitenny.

Menurut pria asal pulau Osi ini, anggaran untuk persiapan ujian dan hingga pelaksanaan ujian adalah berdasarkan anggaran sharring dari partisipasi orang tua dan komite sekolah serta ditopang oleh dana BOSS.

Dirincikan oleh La Sitenny, telah disepakati untuk menjalankan program tersebut setiap orang orang tua diwajibkan untuk membayar Rp75.000 perbulan.

”Dengan tanggungan itu juga dapat membiayai orang tua siswa yang tidak mampu, artinya orang tua sisiwa yang tidak mampu akan ditalangi oleh orang tua siswa yang mampu,“ rinci pria lulusan magister Universitas Kanjuruhan Malang ini.

Ditanya harapannya terkait pelaksanaan ujian ini, La Sintenny menginginkan anak didiknya untuk dapat meraih hasil kelulusan yang terbaik, selain itu ia menghimbau orang tua murid supaya menjelang persiapan ujian ini jangan bosan-bosan untuk memperhatikan persiapan anak, sehingga tidak ada kesan bahwa anak terlambat mengikuti pemantapan karena kurang dukungan orang tua,“ Pungkasnya. (BM 02)
Kota 7794378729999537980

Posting Komentar

emo-but-icon

Beranda item

BERITA TERBARU

# PANSUS

# PEMEKARAN