Loading...

Provinsi Maluku Belum Siap Laksanakan UN Online

Ambon - Berita Maluku. Provinsi Maluku belum siap melaksanakan Ujian Nasional yang menggunakan sistem online karena masih banyak persoalan mendasar yang perlu dibenahi pemerintah secara bertahap.

"Kalau UN ini didorong secara online, kita harus jujur mengatakan bahwa Maluku belum siap karena indikasi pertama karena infrastruktur informatika dan komputerisasi yang digunakan untuk kepentingan ini masih sangat terbatas pada beberapa tempat saja," kata Ketua komisi D DPRD Maluku, Suhfi Madjid di Ambon, Selasa (28/4/2015).

Bahkan di Kota Ambon pun yang merupakan Ibu Kota Provinsi Maluku tidak banyak sekolah yang menyiapkan sarana infrsatrukturnya secara memadai, kemudian para siswa juga harus disiapkan kalau mau ikut UN secara online Makanya kalau sistem ini didorong secara merata di Maluku, dirinya sangat pesimis bisa berjalan secara baik apalagi juga diikuti dengan jaringan internet yang masih terbatas dalam menjangkau seluruh wilayah.

Sehingga kalau perencanaan UN online ini dilakukan maka yang pertama mesti dilakukan adalah memastikan sarana infrastruktur itu harus tersedia secara cukup dan tidak hanya di Kota Ambon tetapi juga di kabupaten/kota lainnya harus tersedia.

Kemudian harus dipastikan untuk semua sekolah telah memiliki komputer yang memadai untuk terkoneksi dengan akses internet karena banyak sekolah di level SMA/SMK sederajat yang masih belum tersedia sarana komputer untuk kegiatan pembelajaran termasuk juga dengan sarana yang bisa dikoneksi dengan internet.

"Jadi saya kira Maluku masih relatif belum siap, bahkan memang harus diarifi oleh pemerintah pusat apabila dilakukan UN secara online dan tidak hanya di Maluku tetapi juga pada provinsi lain yang rata-rata belum siap," ujarnya.

Tetapi ini menjadi penting, lanjutnya, bahwa ternyata perlu juga dilakukan penataan secara kedalam, artinya kalau ingin membuat UN secara online maka pemerintah harus menyiapkan infrastruktur komputerisasi secara memadai.

"Memang agak tidak elok apabila UN online dilakukan secara paksa tapi infrastruktur tidak tersedia jadi ini tidak rasional," katanya.

Selain komputerisasi, masalah jaringan internet yang menjadi salah satu faktor penentu atau penunjang yang masih sangat terbatas seperti di Kabupaten Maluku Barat Daya, Maluku Tenggara Barat, Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur, atau Kabupaten Seram Bagian Barat juga masih sangat sulit akses internetnya.

"Para siswa harus dipersiapkan untuk terbiasa menggunakan perangkat, itu untuk UN secara online dan semuanya menurut saya, pemerintah harus mereviu terlebih dahulu kebijakan UN secara on line karena secara infrsatruktur dan kesiapan kondisi itu masih belum memadai untuk dilaksanakan," kata Suhfi Majid.

Jadi di Maluku tidak ada UN secara online, bahkan SMA Siwalima yang merupakan sekolah unggulan dan disiapkan untuk itu juga tidak memungkinkan pelaksanan UN secara online.

"Kerja besar pemerintah sekarang ini adalah menyiapkan infrasruktur dan kalau tersedia maka kita berharap beban-beban yang lain terutama kepada orang tua tidak boleh lagi diberikan supaya proses wajar 12 tahun berjalan sesuai cita-cita pemerintah," jelas Suhfi Madjid. (ant/bm 10)
Provinsi 2542444957171829359

Poskan Komentar

emo-but-icon

Beranda item

BERITA TERBARU

# PANSUS

# PEMEKARAN